Selamat datang di website Dinkesda Kendal
  • (0294) 381159
  • dinkesda@kendalkab.go.id
  • Jl. Waluyo No.10, Kersan, Kebondalem, Kec. Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah 51318
Selamat datang di website Dinkesda Kendal
  • (0294) 381159
  • dinkesda@kendalkab.go.id
  • Jl. Waluyo No.10, Kersan, Kebondalem, Kec. Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah 51318

Berita Terbaru

Heading section

blog-img-10

Kendal – Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Kendal melalui Tim Kerja Promosi Kesehatan, Kesehatan Komunitas dan Kelompok Rentan melaksanakan Supervisi Fasilitatif Pembudayaan Hidup Sehat pada pondok pesantren dan perusahaan di Kabupaten Kendal. Kegiatan dilaksanakan dalam dua periode, yaitu Maret–April 2026 dan Agustus–September 2026, dengan dukungan Dana Alokasi Khusus Nonfisik (DAK NF) Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Kendal Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas pelaksanaan pembudayaan hidup sehat melalui supervisi fasilitatif pada institusi pendidikan, khususnya pondok pesantren, dan tatanan tempat kerja, khususnya perusahaan, dalam menjalankan upaya promotif dan preventif secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi peningkatan capaian indikator pembudayaan hidup sehat, penguatan komitmen pengelola dan pemangku kepentingan, serta peningkatan peran Puskesmas sebagai pembina di wilayah kerja masing-masing.

Supervisi fasilitatif dilaksanakan pada 11 pondok pesantren, yaitu Pondok Pesantren Wasilatul Huda dan Islamic Tahfidhiel Qur'an Al Arief di Gemuh; Al Musthofa Daarudzdzakirot di Patebon; Sabilurrasyad Islamic Boarding School, Al Musyaffa' Kendal dan Al Ma'wa di Ngampel; Salafiyah Kendal di Kangkung; Al Uswah di Kaliwungu; Darul Muqorrobin di Kendal; serta Sabilunnajah dan Al Haidar di Brangsong.

Sementara pada tatanan tempat kerja, supervisi menyasar 8 perusahaan, yaitu PT Mas Arya Indonesia dan PT Linkfortune di Boja; PT Kayu Lapis Indonesia dan PT Tasindo Dharma Industri di Kaliwungu; PT Harapan Stanjaya Indah di Gemuh; PT Boga Makmur Gracia di Boja; PT Bakti Putra Nusantara di Limbangan; serta PT Sari Tembakau Harum di Cepiring.

Pada pondok pesantren, supervisi dilakukan terhadap berbagai aspek pembudayaan hidup sehat, antara lain Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), sanitasi dan jamban sehat, kebersihan lingkungan, konsumsi jajanan sehat dan bergizi, aktivitas fisik, pengelolaan sampah, pemberantasan sarang nyamuk, serta penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Sedangkan pada perusahaan, supervisi mencakup penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tempat kerja, antara lain CTPS, ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan toilet, penerpaan GERMAS melalui aktivitas fisik serta konsumsi makanan sehat dan bergizi, penerapan KTR, kebersihan lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif (GP2SP). Aspek GP2SP menjadi salah satu perhatian karena sebagian besar tenaga kerja pada perusahaan yang menjadi lokus merupakan pekerja perempuan, sehingga diperlukan dukungan lingkungan kerja yang mampu menunjang kesehatan dan produktivitas pekerja perempuan.

Berdasarkan hasil supervisi, secara umum pelaksanaan pembudayaan hidup sehat pada lokus yang menjadi sasaran masih memerlukan penguatan, pemantauan, dan pengawasan secara berkelanjutan. Hal ini mencakup aspek perilaku, ketersediaan dan pemanfaatan sarana pendukung, penerapan kebijakan, serta konsistensi dalam pelaksanaan program kesehatan di lingkungan pondok pesantren maupun tempat kerja. Temuan di lapangan juga menunjukkan bahwa beberapa upaya yang telah berjalan masih perlu ditingkatkan agar dapat dilaksanakan secara konsisten dan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.

Hasil supervisi selanjutnya menjadi bahan pembinaan dan tindak lanjut bersama Puskesmas pembina, pengelola pondok pesantren, dan pihak perusahaan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing lokus. Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Kendal mendorong agar pembudayaan hidup sehat tidak hanya dilaksanakan pada saat kegiatan pembinaan, tetapi menjadi kebiasaan dan budaya yang diterapkan secara konsisten.

Melalui kegiatan ini diharapkan terwujud lingkungan pondok pesantren dan tempat kerja yang sehat, aman, dan produktif, serta mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Kendal. Penguatan peran seluruh pemangku kepentingan dan Puskesmas pembina menjadi bagian penting dalam memastikan upaya promotif dan preventif dapat terus berjalan secara berkelanjutan.

Heading section

RESPON PUBLIK
OPINI PUBLIK POLLING