Pada tanggal 1-4 Juli 2024, dilaksanakan pelatihan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) bagi tenaga kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Pelatihan ini diadakan di Bapelkes Wonosobo dan diikuti oleh 24 peserta yang terdiri dari perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya.
Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Dinas Kesehatan Kepala Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Jawa Tengah ibu dokter Wahyu Setianingsih, M.Kes (epid), yang menekankan pentingnya peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam penanggulangan TBC. Beliau juga menyampaikan bahwa TBC masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian serius dan penanganan yang komprehensif.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam:
- Pengenalan gejala dan diagnosis TBC.
- Prosedur pengambilan dan pemeriksaan sampel dahak.
- Manajemen pengobatan TBC, termasuk pemantauan efek samping obat.
- Pencegahan penularan TBC di fasilitas kesehatan.
- Pendekatan psikososial bagi pasien TBC dan keluarga mereka.
Materi pelatihan disampaikan oleh para ahli di bidang TBC, termasuk dokter spesialis paru, ahli mikrobiologi, dan psikolog klinis. Selama pelatihan, peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai penanganan kasus TBC di tempat kerja mereka.
Salah satu sesi yang paling menarik adalah simulasi pengambilan sampel dahak yang benar. Peserta secara langsung mempraktikkan cara pengambilan sampel dengan didampingi oleh instruktur, sehingga diharapkan mereka lebih siap dan percaya diri saat melakukannya di FKTP masing-masing.
Pada akhir pelatihan, diadakan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana peserta dapat mengajukan pertanyaan dan mendiskusikan berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam penanggulangan TBC. Selain itu, peserta juga diberikan materi pelatihan dalam bentuk buku panduan dan CD untuk referensi lebih lanjut.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan tenaga kesehatan di FKTP semakin kompeten dalam mendeteksi, mendiagnosis, dan merawat pasien TBC. Hal ini diharapkan dapat menekan angka penularan dan meningkatkan angka kesembuhan TBC di masyarakat.



1.jpg)

