Kabupaten Kendal telah menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP) sebagai salah satu wujud Transformasi Sistem Kesehatan untuk meningkatkan cakupan dan jangkauan intervensi layanan primer. Kabupaten Kendal saat ini menjadi rujukan kaji tiru bagi Dinas Kesehatan, Puskesmas, bahkan Perguruan Tinggi se-Indonesia.
Pada Rabu (3/7/2024), Kementerian Kesehatan RI bersama World Bank dan Thinkwell Instiute melakukan kunjungan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal dan Puskesmas Plantungan dalam rangka mendapatkan informasi terkait pelacakan aliran dana (tracking flow of funds) untuk pelayanan kesehatan primer.
Kunjungan diawali dengan pemaparan pelaksanaan ILP di Kabupaten Kendal. Menurut Parno, S.Pd.I, M.H selaku Plh. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, menjelaskan bahwa Kabupaten Kendal menerapkan 5 kegiatan dalam ILP yaitu : analisa situasi, MAP ILP, Pelaksanaan, Evaluasi dan Tindak Lanjut. Puskesmas yang sudah menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP) menggunakan dana yang sudah ada seperti dana BOK, Kapitasi BPJS dan BLUD.
Dalam Integrasi Layanan Primer (ILP) dilakukan penguatan upaya promotif dan preventif dengan mendekatkan akses layanan kesehatan yang berkualitas melalui revitalisasi Pustu dan Posyandu dengan sasaran semua siklus hidup manusia. Menurut Prastuti Suwondo, SE, MPH., Ph.D selaku Staf Khusus Menteri Bidang Pelayanan Kesehatan menekankan bahwa tugas pemerintah adalah membuat atau merumuskan satu konsep konsulidasi penganggaran atau pembiayaan termasuk proses pelaporan terkait Pelayanan Kesehatan Primer.
Setelah mendapatkan berbagai masukan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal terkait pelaksanaan Integrasi layanan Primer diharapkan Kementerian Kesehatan RI dapat melakukan proses penyusunan Model Pembiayaan Pelayanan Kesehatan Primer berdasarkan standar pelayanan kesehatan primer.
.png)
.jpeg)
.png)


.png)